Di puncak bisnis Provinsi Jiang, dua kubu yang saling berlawanan dalam keluarga Nan pertama kali berhadapan secara terbuka. Satu pihak, dipimpin oleh Patriark Nan Wanhai dan jenius bisnis Nan Aotian, tampil dengan megah dan menarik perhatian. Sementara itu, pewaris baru keluarga, Nan Feng yang baru berusia enam tahun, muncul ditemani neneknya Lin Wanyue, yang justru mengundang ejekan dan keraguan dari semua orang. Nan Aotian menyerang Nan Feng di depan umum, memamerkan pencapaian bisnisnya, meremehkan kemampuan Nan Feng, dan bersumpah untuk membuat Nanjia yang baru didirikan Nan Feng bangkrut lagi. Menghadapi provokasi dan ancaman dari sepupunya, Nan Feng merespons dengan tenang, menandakan bahwa perebutan kekuasaan di dalam keluarga akan segera memanas.
Komentar