Untuk bisa membuka toko dan menghasilkan uang bersama Su Wanwan, Lu Qingzhi sengaja menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Rui Xiao Jingyuan, berusaha menyenangkan dia dengan "melayani" yang kikuk. Setelah ditolak dan identitasnya sebagai "mata-mata" terbongkar, Lu Qingzhi mengungkapkan isi hati sejatinya tentang latar belakangnya yang miskin dan keinginannya untuk mengubah nasib. Monolog tulus ini (diselingi dengan kenangan menyakitkan tentang perundungan yang dialaminya sebagai siswa pedesaan di era modern) menyentuh hati Xiao Jingyuan. Akhirnya, Xiao Jingyuan melunak dan setuju untuk menyerahkan toko itu kepada Lu Qingzhi, hubungan mereka sedikit mendekat karena saling pengertian.
Komentar