
Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.

Seberapa keras pun ia berusaha, nilainya selalu berhenti di angka 60. Diejek di sekolah, tak dianggap di rumah, bahkan tersingkir oleh kakaknya sendiri. Sampai satu ujian yang mustahil mengubah segalanya—dan orang-orang mulai mempertanyakan hal yang salah.