• Unduh
    Pindai kode QR untuk mendapatkan FlexTV dan tonton semua episode gratis
    Unduh di iOS atau Android
  • Riwayat
  • languageBahasa Indonesia

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit Semua Episode

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.11

Episode 11 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.12

Episode 12 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.13

Episode 13 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.14

Episode 14 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.15

Episode 15 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.16

Episode 16 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.17

Episode 17 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.18

Episode 18 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.19

Episode 19 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.

Rahasia di Balik Seporsi Pangsit EP.20

Episode 20 - Rahasia di Balik Seporsi Pangsit

Jack Leonardo membuka sebuah kedai pangsit. Dia sangat menyukai kehidupan sederhana di kota ini—setiap hari ia memasak, mengobrol santai dengan teman lama, lalu mendengar pujian dari para pelanggan. Jika merasa lelah, dia bisa menutup kedainya kapan saja, bahkan libur selama belasan hari. Banyak orang menganggapnya aneh, termasuk putranya sendiri, Indra Leonardo, yang bertanya: "Ayah, aku sudah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran. Kenapa masih bertahan dengan kedai pangsit yang sudah usang ini?" "Miliaran itu banyak?" tanya sang Ayah. "Tentu saja! Uang itu cukup untuk membeli seratus kedai pangsit seperti milikmu, bahkan lebih!" jawab Indra. "Tidak. Dengan 10 miliar itu, kau bahkan tidak bisa membeli satu butir pangsit pun." jawab Jack. Indra merasa ayahnya benar-benar tak bisa diubah. Namun, saat ia menoleh ke belakang, barulah dia menyadari—CEO aliansi keuangan, bankir Wall Street, ketua asosiasi sekuritas, dan berbagai tokoh besar lainnya telah mengantre panjang hanya untuk mencicipi semangkuk pangsit dari kedai ayahnya.