Di kehidupan sebelumnya, Amira Astana salah menaruh kepercayaannya pada seseorang yang jahat dan dengan menangis tersedu menyaksikan anaknya meninggal di hadapannya. Setelah mendapat kehidupan yang baru, ia mengubah diri sepenuhnya. Memeluk suaminya yang cacat, menemani keseharian anaknya yang dulu ia telantarkan, dan menghadapi orang-orang zakat yang dulu menyakiti mereka.