Tang Ling, sang protagonis wanita, secara tidak sengaja bertabrakan dengan Tang Xingyue, si putri palsu, di koridor perusahaan. Karena menodai sepatu bermerek lawannya, dia dicerca dan diserang tanpa ampun. Tang Ling mengenali lawannya sebagai teman sekelas SMA-nya, tetapi Tang Xingyue, alih-alih mengenang masa lalu, justru semakin mengejek latar belakang "miskin" Tang Ling. Setelah didorong oleh Tang Xingyue, Tang Ling yang tampak lemah menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri yang luar biasa saat dokumennya berserakan. Melalui monolog internal tentang kekuatan pengetahuan, dia mengisyaratkan identitas tersembunyi dan kuatnya, serta serangan balik yang akan segera terjadi.
Komentar