Di aula leluhur keluarga Song yang khidmat, tokoh utama pria Song Jin dicerca habis-habisan oleh patriark keluarga, Kakek Song, serta para sesepuh seperti Paman Kedua dan Paman Ketiga, karena usianya sudah di atas tiga puluh namun belum memiliki keturunan. Para sesepuh membandingkan kemakmuran keluarga Paman Kedua dan Paman Ketiga yang dipenuhi cucu dengan "krisis tanpa penerus" yang dialami Song Jin, memberikan tekanan besar padanya, bahkan mengisyaratkan adanya masalah fisiologis. Tepat saat Kakek Song hendak menerapkan hukuman adat, Song Jin menerima telepon. Dengan terkejut, ia mengumumkan kepada semua orang bahwa ia memiliki seorang putri, meninggalkan misteri besar bagi alur cerita.
Komentar