Shen Aoxue dengan paksa membawa Lin Xiao ke kantor urusan sipil untuk mendaftar pernikahan, demi memberikan rumah yang lengkap bagi putrinya, Xinxin, dan agar dia bisa bebas menangani krisis perusahaan. Setelah menikah, Shen Aoxue pergi karena urusan mendesak dan memperingatkan Lin Xiao agar tidak melarikan diri lagi. Setelah Lin Xiao mengucapkan selamat tinggal dengan hangat kepada Xinxin, identitas aslinya sebagai penguasa Kuil Tian Shen terungkap, dan sekelompok bawahan datang untuk menyambutnya. Lin Xiao meragukan asal-usul Xinxin dan memerintahkan orang-orang untuk menyelidiki apakah ada hubungan darah antara Shen Aoxue, Xinxin, dan dirinya. Pada saat yang sama, bayangan masa kecilnya yang disebut "anak haram" membuat Lin Xiao bersumpah bahwa jika Xinxin benar-benar putri kandungnya, dia akan memberinya segala bentuk cinta.
Komentar