Di kamar Hào Xūn, sang kepala pelayan menceritakan kepada Shěn Yì Lín, istri Hào Nán, tentang perbedaan karakter yang mencolok dan ikatan emosional yang kuat antara kedua bersaudara, Hào Xūn dan Hào Nán. Hào Xūn bersifat nakal dan tidak terkendali, sementara kakak laki-lakinya, Hào Nán, adalah sosok yang dewasa dan penuh perhatian, suami idaman di mata Shěn Yì Lín. Kepala pelayan mengenang saat ayah kedua bersaudara itu meninggal, Hào Xūn menghindari tanggung jawab untuk mewarisi perusahaan, sementara Hào Nán memikul seluruh beban itu sendirian. Di tengah suasana yang penuh kenangan dan melankolis, Shěn Yì Lín tiba-tiba menerima telepon, memberitahukan bahwa Hào Xūn, yang baru saja siuman, telah menghilang. Alur cerita berakhir dengan ketegangan.
Komentar