Di pesta, Dabao memukau semua orang dengan tarian pedangnya yang indah. Putrinya, Xiaobao, dan suaminya, Daddy (yang duduk di kursi roda), bersorak untuknya. Namun, tarian pedang itu "secara tidak sengaja melukai" dan membuat marah Paman Kedua dari keluarga Fu serta seorang lelaki tua lainnya. Paman Kedua menganggap Dabao "tidak sopan" dan memerintahkan anak buahnya untuk memberinya pelajaran. Xiaobao dengan berani membela ibunya, namun malah dimarahi oleh lelaki tua itu karena "mengkhianati pihak sendiri". Daddy dalam hati memutuskan untuk melindungi istri dan anaknya, meskipun harus mengungkapkan kekuatannya. Dabao terus berpura-pura bodoh, dengan mudah mengusir para preman Paman Kedua, dan mengolok-olok lelaki tua itu. Tepat ketika semua orang mengira keributan telah mereda, seorang pemuda tiba-tiba menyerang dan menjatuhkan Dabao. Daddy dan Xiaobao terkejut, dan cerita pun berakhir tiba-tiba.
Komentar